
Adult Male Circumcision Trainer merupakan simulator yang dirancang untuk membantu tenaga kesehatan mempelajari dan mempraktikkan keterampilan sirkumsisi pria untuk tujuan profilaksis maupun terapeutik.
Trainer ini memungkinkan peserta mempraktikkan tiga metode sirkumsisi yang umum digunakan, yaitu Forceps Guided, Dorsal Slit, dan Sleeve Resection.
Model menghadirkan representasi anatomi foreskin atau preputium yang realistis, termasuk kemampuan retraksi dan struktur lapisan preputium, sehingga peserta dapat memahami tahapan prosedur sekaligus mengembangkan keterampilan manipulasi jaringan secara lebih akurat.
Adult Male Circumcision Trainer juga dapat digunakan untuk mempraktikkan penile ring block sebagai bagian dari teknik anestesi lokal sebelum tindakan sirkumsisi serta latihan suturing setelah reseksi jaringan.
Penis pada trainer diposisikan dalam posisi supine sehingga memberikan orientasi prosedural yang sesuai untuk latihan sirkumsisi.
Produk ini dirancang dan dievaluasi melalui kolaborasi dengan MSR Israel Center for Medical Simulation serta Royal College of Surgeons of England.
Dalam evaluasi yang melibatkan peserta dan trainer pada RCS Core Surgical Skills serta pertemuan nasional urologi, sebagian besar responden menilai trainer memberikan pengalaman pelatihan yang memuaskan atau lebih baik dan memiliki tingkat realisme yang baik.
Dengan desain yang ringkas dan portabel, Adult Male Circumcision Trainer sesuai digunakan dalam laboratorium keterampilan klinis, simulation center, workshop keterampilan bedah, maupun program pendidikan tenaga kesehatan.
Adult Male Circumcision Trainer memungkinkan peserta mempraktikkan tiga metode sirkumsisi yang umum digunakan:
Keberadaan beberapa metode dalam satu trainer memungkinkan peserta mempelajari perbedaan pendekatan dan teknik pada prosedur sirkumsisi.
Trainer dapat digunakan untuk mempraktikkan teknik penile ring block sebagai bagian dari pembelajaran anestesi lokal sebelum prosedur sirkumsisi.
Setelah melakukan prosedur pemotongan jaringan, peserta dapat melanjutkan latihan dengan teknik suturing sehingga tahapan prosedur dapat dipraktikkan secara lebih menyeluruh.
Preputium atau foreskin dirancang untuk memberikan representasi anatomi yang realistis.
Fitur tersebut mencakup:
Penis ditampilkan dalam posisi supine untuk memberikan orientasi yang sesuai selama latihan prosedur sirkumsisi.
Trainer memiliki desain yang kompak sehingga mudah digunakan dalam berbagai lingkungan pelatihan dan dapat dipindahkan antar ruang pembelajaran.
Adult Male Circumcision Trainer tersedia dalam pilihan light skin tone maupun dark skin tone untuk mendukung variasi representasi pasien dalam kegiatan pelatihan.
Produk ini dinyatakan bebas lateks.
Penggunaan Adult Male Circumcision Trainer dapat membantu peserta mengembangkan keterampilan:
Trainer ini mendukung tiga metode sirkumsisi yang umum digunakan, yaitu:
Dengan demikian, peserta dapat mempelajari dan membandingkan beberapa teknik sirkumsisi menggunakan satu trainer.
Ya. Adult Male Circumcision Trainer dirancang agar peserta dapat mempraktikkan teknik penile ring block sebagai bagian dari persiapan anestesi lokal sebelum melakukan sirkumsisi.
Ya. Trainer dapat digunakan untuk mempraktikkan teknik suturing sehingga peserta dapat berlatih tidak hanya pada tahap pemotongan foreskin tetapi juga tahapan penutupan luka setelah prosedur.
Ya. Foreskin dirancang agar dapat diretraksi secara realistis dan merepresentasikan lapisan preputium untuk membantu peserta memahami anatomi dan penanganan jaringan selama sirkumsisi.
Trainer mendukung beberapa keterampilan utama dalam prosedur sirkumsisi, termasuk penile ring block, manipulasi foreskin, tiga metode sirkumsisi, serta suturing.
Hal ini memungkinkan peserta mempraktikkan beberapa tahapan penting prosedur dalam satu media latihan.
Ya. Produk tersedia dalam pilihan light skin tone dan dark skin tone.
Ya. Trainer memiliki desain yang ringkas dan portabel dengan berat sekitar 0,85 kg sehingga mudah digunakan dalam berbagai kegiatan pelatihan.
Ya. Produk ini dinyatakan bebas lateks.