
Clinical Male Pelvic Trainer (CMPT) Mk 2 – Advanced merupakan simulator pelvis pria dengan anatomi yang akurat, dirancang sebagai platform pembelajaran untuk melatih pemeriksaan pelvis dan genital pria secara langsung dan realistis.
Trainer memungkinkan peserta melakukan berbagai tahapan pemeriksaan genital pria, mulai dari inspeksi hingga palpasi. Peserta dapat berlatih mengevaluasi posisi testis, pembengkakan, edema, massa, serta melakukan retraksi foreskin untuk memeriksa kondisi pada penis.
Pada pemeriksaan palpasi, peserta dapat mempelajari cara mengevaluasi bagian inferior, tengah, dan superior testis, mengidentifikasi bagian epididimis, serta melakukan palpasi pada leher skrotum menggunakan teknik pemeriksaan yang sesuai.
Versi Advanced dilengkapi dengan tujuh modul yang dapat dipertukarkan. Modul-modul tersebut merepresentasikan anatomi normal serta berbagai kondisi patologis yang umum ditemukan pada pemeriksaan genital pria.
Modul yang tersedia meliputi anatomi normal, varikokel, tumor testis dan kanker penis, kista epididimis, hidrokel, epididimitis/epididimo-orchitis, serta hernia inguinalis indirek.
Trainer juga dilengkapi Foreskin Pack yang memungkinkan peserta melakukan pemeriksaan pada representasi anatomi pria yang disirkumsisi maupun tidak disirkumsisi.
Jaringan lunak pada genital dan dinding abdomen, landmark anatomi yang jelas, serta respons penis, foreskin, dan skrotum saat dilakukan pemeriksaan memberikan pengalaman palpasi yang lebih realistis.
CMPT Mk 2 – Advanced dapat digunakan dalam posisi berdiri maupun supine sehingga peserta dapat mempraktikkan berbagai pendekatan pemeriksaan sesuai kondisi klinis.
Trainer juga dapat digunakan bersama Simulated Patient untuk mengintegrasikan keterampilan pemeriksaan fisik dengan komunikasi profesional antara tenaga kesehatan dan pasien.
Clinical Male Pelvic Trainer dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai institusi klinis dan akademik di Inggris, termasuk University of Liverpool, Imperial College London, Guy’s Hospital, Southmead Hospital, dan University of Southampton.
Clinical Male Pelvic Trainer merepresentasikan anatomi pelvis dan genital pria dengan landmark anatomis yang akurat untuk membantu peserta memahami orientasi selama pemeriksaan.
Anatomi area groin meliputi:
Anatomi genital pria meliputi:
Versi Advanced dilengkapi tujuh modul yang dapat dipertukarkan untuk menghadirkan variasi anatomi normal dan patologis.
Merepresentasikan anatomi genital pria dewasa yang sehat dan dapat digunakan sebagai dasar pembelajaran teknik pemeriksaan normal.
Merepresentasikan varikokel berupa pembesaran vena yang dapat terlihat atau teraba naik dari area testis.
Modul menghadirkan dua kondisi patologis.
Pada testis kiri terdapat massa padat dengan permukaan tidak teratur yang merepresentasikan tumor testis atau teratoma.
Pada glans penis terdapat lesi dan massa padat dengan permukaan tidak teratur yang merepresentasikan kanker penis.
Merepresentasikan kista bilateral pada bagian kepala epididimis.
Modul ini juga dapat digunakan untuk latihan transillumination guna membantu peserta mengidentifikasi keberadaan kista.
Merepresentasikan hidrokel berupa akumulasi cairan di sekitar testis.
Merepresentasikan epididimis yang membesar dan nodular serta pembesaran pada testis dan epididimis seperti yang dapat ditemukan pada epididimitis atau epididimo-orchitis.
Merepresentasikan hernia inguinalis indirek dengan pembesaran skrotum akibat masuknya bagian usus halus.
Trainer memungkinkan peserta berlatih melakukan inspeksi untuk menilai:
Peserta dapat melakukan palpasi pada:
Landmark anatomi yang jelas memberikan pengalaman palpasi yang lebih realistis.
Foreskin Pack disertakan untuk memungkinkan simulasi pemeriksaan pada anatomi pria yang disirkumsisi maupun tidak disirkumsisi.
Foreskin dapat diretraksi untuk mendukung pemeriksaan penis secara lebih realistis.
Genital dan dinding abdomen menggunakan material jaringan lunak sehingga memberikan respons yang menyerupai jaringan manusia selama palpasi.
Penis, foreskin, dan skrotum juga dirancang untuk memberikan respons yang realistis saat dilakukan pemeriksaan.
Trainer dapat digunakan untuk latihan male pelvic examination dalam:
Fleksibilitas ini memungkinkan instruktur menciptakan skenario pemeriksaan yang lebih bervariasi.
Modul CMPT dapat dilepas dan diganti dengan cepat sehingga instruktur dapat mengubah kondisi klinis antar sesi pembelajaran maupun asesmen.
Trainer dapat digunakan untuk melakukan transillumination pada skrotum menggunakan LED Pen Torch yang disediakan.
Teknik ini dapat digunakan untuk membantu peserta mengenali kondisi tertentu seperti epididymal cyst.
Clinical Male Pelvic Trainer dapat digunakan untuk latihan dry catheterization sebagai keterampilan tambahan.
Untuk pelatihan kateterisasi yang lebih komprehensif, Male Catheterization Trainer lebih direkomendasikan.
Trainer dapat digunakan bersama Simulated Patient untuk membantu peserta mengembangkan keterampilan komunikasi profesional selama pemeriksaan pelvis dan genital pria.
Setelah setiap sesi latihan:
Box 1
Box 2
Penggunaan Clinical Male Pelvic Trainer (CMPT) Mk 2 – Advanced dapat membantu peserta mengembangkan keterampilan:
Ya. CMPT dapat digunakan untuk mempraktikkan teknik dry catheterization.
Namun, apabila dibutuhkan pelatihan kateterisasi yang lebih komprehensif, termasuk prosedur pemasangan kateter secara lebih mendalam, rangkaian Male Catheterization Trainer lebih sesuai digunakan.
Ya. Transillumination dapat dilakukan pada skrotum menggunakan LED Pen Torch yang disediakan bersama trainer.
Sebagai contoh, pada Module 4, cahaya dapat digunakan untuk membantu peserta mengidentifikasi dua Epididymal Cysts yang terdapat pada model.
Ya. Module 3 merepresentasikan dua kondisi kanker pada genital pria.
Pada testis kiri terdapat massa padat dengan permukaan tidak teratur yang merepresentasikan Testicular Tumour atau Teratoma.
Pada penis terdapat lesi visual dan massa padat dengan permukaan tidak teratur yang merepresentasikan Penile Cancer.
Versi Advanced dilengkapi modul untuk mempelajari:
Selain itu, tersedia modul anatomi normal untuk membantu peserta membandingkan temuan fisiologis dan patologis.
Ya. Trainer dilengkapi Foreskin Pack yang dapat dipasang pada penis.
Hal ini memungkinkan peserta berlatih melakukan pemeriksaan pada representasi anatomi pria yang disirkumsisi maupun tidak disirkumsisi, termasuk retraksi foreskin saat melakukan inspeksi.
Ya. Clinical Male Pelvic Trainer dapat digunakan untuk latihan pemeriksaan pelvis pria dalam posisi berdiri maupun posisi supine atau berbaring.
Hal ini memungkinkan peserta berlatih dengan berbagai posisi pasien yang dapat digunakan dalam pemeriksaan klinis.
Tidak sepenuhnya.
Permukaan eksternal trainer dinyatakan bebas lateks. Namun, komponen anatomi internal pada Module 5 Hydrocele dan Module 7 Indirect Inguinal Hernia mengandung lateks.
Pengguna dengan sensitivitas atau alergi lateks perlu memperhatikan informasi ini saat menangani komponen internal.
Ya. Trainer dapat digunakan bersama Simulated Patient sehingga peserta dapat menggabungkan keterampilan teknis pemeriksaan dengan komunikasi profesional, pemberian penjelasan, serta pendekatan yang menjaga kenyamanan dan martabat pasien.