ED53 Tooth Decay Model (10 times life size) adalah model patologi gigi dengan ukuran 10× lebih besar dari ukuran asli, yang dirancang untuk menampilkan berbagai lesi dan kelainan gigi secara komprehensif. Model ini memperlihatkan morfologi patologis pada gigi secara jelas, mulai dari karies, kerusakan dan cacat jaringan gigi, hingga kondisi lanjut seperti abses akar dan peradangan jaringan penyangga gigi.
Karena ukurannya diperbesar, detail seperti kerusakan karies, kondisi pulpa, hingga perubahan pada area akar dan jaringan sekitar menjadi jauh lebih mudah diamati. Ini menjadikan ED53 sangat efektif sebagai media edukasi untuk pembelajaran patologi dasar kedokteran gigi, keperawatan gigi, maupun pendidikan kesehatan yang membutuhkan pemahaman visual tentang progresi kerusakan gigi.
Skala 10× (10 times life size)
Memudahkan pengamatan detail lesi gigi, terutama saat demonstrasi kelas atau praktikum.
Menampilkan spektrum patologi gigi secara lengkap
Mencakup berbagai kondisi mulai dari kelainan awal hingga komplikasi lanjut pada gigi dan jaringan pendukungnya.
Visualisasi karies dan kerusakan/defek gigi
Membantu memahami bentuk kerusakan akibat karies serta area defek yang sering menjadi fokus pembelajaran.
Menampilkan kondisi perawatan restoratif
Memperlihatkan filling/repairing dengan material alloy sebagai contoh kondisi gigi yang sudah ditambal.
Menunjukkan patologi pulpa
Menampilkan suppurative pulpitis, pulp necrosis, sehingga peserta didik memahami dampak karies terhadap jaringan pulpa.
Menampilkan infeksi pada akar dan area apikal
Ada gambaran root abscess dan apical abscess, penting untuk memahami perluasan infeksi dari pulpa ke jaringan sekitar akar.
Menampilkan penyakit periodontal dan jaringan sekitar
Memperlihatkan periodontitis dan kondisi supurasi pada jaringan alveolar seperti alveolar suppuration.
Nama produk: ED53 Tooth Decay Model (10 times life size)
Fungsi utama: Model patologi gigi skala 10× untuk edukasi lesi dental dan komplikasinya
Kasus/kelainan yang ditampilkan:
Karies (caries damage & defects), tambalan/repair dengan alloy, suppurative pulpitis, pulp necrosis, root abscess, apical abscess, periodontitis, alveolar suppuration, dan kelainan patologis lainnya
Skala: 10× life size
Ukuran (±): 6 × 5 × 11 cm
Berat (±): 0,25 kg
Penggunaan: Media edukasi patologi gigi untuk institusi pendidikan kesehatan dan pelatihan dasar kedokteran gigi
Mengenali progresi karies dari awal hingga komplikasi
Memahami bagaimana karies berkembang menjadi kerusakan jaringan yang lebih dalam.
Identifikasi perbedaan lesi karies, defek, dan gigi yang direstorasi
Membedakan kondisi gigi berlubang vs gigi yang sudah ditambal (alloy filling).
Memahami patologi pulpa secara visual
Mengamati perbedaan kondisi seperti pulpitis supuratif dan nekrosis pulpa sebagai akibat infeksi.
Memahami jalur penyebaran infeksi ke akar dan area apikal
Menjelaskan hubungan infeksi pulpa dengan terbentuknya abses akar maupun abses apikal.
Mengenali penyakit periodontal dan supurasi jaringan alveolar
Memahami keterlibatan jaringan penyangga gigi dalam periodontitis hingga terjadinya supurasi.
Apa keuntungan model gigi yang diperbesar 10×?
Skala 10× membuat detail lesi lebih mudah terlihat, sehingga proses belajar lebih cepat dan jelas, terutama untuk demonstrasi kelompok.
Apakah model ini hanya untuk mahasiswa kedokteran gigi?
Tidak. Model ini juga bermanfaat untuk keperawatan gigi, kebidanan/keperawatan yang mempelajari edukasi kesehatan gigi, serta pelatihan edukasi pasien.
Apakah model ini menampilkan gigi yang sudah ditambal?
Ya. Model menampilkan contoh filling/repairing dengan material alloy, sehingga bisa digunakan untuk menjelaskan konsep restorasi dasar.
Apakah model ini cocok untuk praktikum dan ujian?
Cocok untuk praktikum patologi gigi dan dapat digunakan sebagai media bantu dalam evaluasi identifikasi lesi secara visual.
Bagaimana cara merawat dan membersihkan model?
Bersihkan dengan kain lembut kering atau sedikit lembap. Hindari bahan kimia keras, jangan direndam, dan simpan di tempat kering terlindung dari sinar matahari langsung.
© 2024 Java Medika Utama